materi manajemen proyek dri pak dosen

Iklan

Trik Upload PHP

Trik upload php:rename sebelum diapload apa bila ada yang sama pada server

Upload file adalah salah satu fasilitas pada web yang makin sering digunakan, file yang ada pada komputer kita dapat
kita simpan ke dalam directory server agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pada setiap bahasa pemrograman
web sudah pasti ada fungsi-fungsi tersendiri untuk dapat menciptakan fasilitas upload.

Banyaknya pertanyaan kepada saya akhir-akhir ini tentang masalah upload file ke server cukup beragam namun yang paling
sering ditanyakan adalah masalah “apabila ada 1 file yang diupload ke server, sedangkan ada file dengan nama yang sama
pada server? Bagaimana cara agar file yang sudah ada tidak tertiban dan file yang baru diupload akan digantikan dengan
nama baru”
.

Jawabannya adalah perlu dilakukan sebuah validasi sebelum file di kirim ke server. Validasi itu berupa mengecek
apakah pada directory tujuan ada nama file yang sama dengan file yang akan kita upload
. Daripada kita menggunakan
library upload yang rumit lebih baik kita buat aja simple script seperti ini.

6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
 <?
        $uploadDir = "uploadDir/";
        // Apabila ada file yang di-upload
        if(is_uploaded_file($_FILES['myfile']['tmp_name'])){
               $uploadFile = $_FILES['myfile'];

               // Extract nama file
               $extractFile = pathinfo($uploadFile['name']);         

               $sameName = 0; // Menyimpan banyaknya file dengan nama yang sama dengan file yg diupload
               $handle = opendir($uploadDir);
               while(false !== ($file = readdir($handle))){ // Looping isi file pada directory tujuan
                       // Apabila ada file dengan awalan yg sama dengan nama file di uplaod
                       if(strpos($file,$extractFile['filename']) !== false)
                         $sameName++; // Tambah data file yang sama
               }              

               /* Apabila tidak ada file yang sama ($sameName masih '0') maka nama file pakai
                * nama ketika diupload, jika $sameName > 0 maka pakai format "namafile($sameName).ext        */
               $newName = empty($sameName) ? $uploadFile['name'] : $extractFile['filename'].'('.$sameName.').'.$extractFile['extension'];

               if(move_uploaded_file($uploadFile['tmp_name'],$uploadDir.$newName)){
                       echo 'File berhasil diupload dengan nama: '.$newName;
               }else echo 'File gagal diupload';
        }
 ?>

Pada halaman yang sama jangan lupa sediakan form-nya.

32
33
34
35
36
<form action="" method="post" enctype="multipart/form-data">
 Pilih File Anda:
<input />
<input value="Upload" />
</form>

Dengan menjalankan script sederhana diatas maka apabila pada server ada nama file yang sama maka file yang akan diupload
akan digantikan dengan format: “namaFile(jumlahFileYangSama).extensionFile”. Contohnya apabila ada server ada nama file
“doc.pdf”, maka file yang baru diupload akan menjadi “doc(1).pdf”, apabila pada proses upload selanjutnya ada file yang
diupload dengan nama “doc.pdf” juga maka file itu akan di-rename dengan nama “doc(2).pdf”, dan seterusnya.

Demo dari script diatas dapat anda lihat disini.

Download script diatas dan test di komputer anda di link ini.

Semoga bisa membantu… ^_^

Pengertian,Kelebihan dan Kekurangan windows NT series

Windows NT Server adalah sistem operasi untuk server yang sistem operasinnya 32 bit dari Microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi Windows 2000,Windows XP,Server 2003 dan Windows Vista.Sistem Operasi tersebut pada awalnnya mendukung beberapa Platform Mikroprosesor.Windows NT Server ini tidak dibangun dari MS-Dos (tidak seperti Windows 95)Mampu mengamati 4 Gb.

Sejarah

Windows NT sebenarnya dibangun dari puing-puing sisa pengembangan dari sistem operasi IBM OS/2 versi 3.0, di mana dalam pengembangan sistem operasi tersebut Microsoft dan IBM melakukan pengembangan secara bersama-sama. Beberapa saat sebelum sistem operasi tersebut rampung, Microsoft dan IBM mengakhiri hubungan mereka, dan akhirnya proyek IBM OS/2 pun terbengkalai. Hal ini diakibatkan oleh kesuksesan sistem operasi grafis yang berjalan di atas MS-DOS, Microsoft Windows versi 3.0, yang terjual lebih dari sejuta salinan dalam waktu kurang dari sebulan. Sistem operasi IBM OS/2 versi 3.0 ini memiliki nama kode NTOS/2. Dan akhirnya, Microsoft mengembangkan Windows NT sendirian, tanpa dibantu oleh IBM.

Selanjutnya, Microsoft merekrut beberapa orang pengembang sistem operasi dari Digital Equipment Corporation (DEC), yang keluar dari perusahaan lama akibat kurang puas karena proyek yang sedang dikerjakannya dihentikan secara paksa. Tim pengembang tersebut dikepalai oleh David Neil Cutler, Sr, yang juga terkenal dengan sistem operasi VMS dan RSX/11M dari DEC. Akhirnya, proyek NTOS/2 pun diubah namanya menjadi WNT.

Selama tiga tahun pengembangan, Windows NT pun akhirnya menjadi sistem operasi yang benar-benar baru. Bebas dari kode 16-bit milik MS-DOS, mendukung operasi 32-bit, dan semua fitur yang ditawarkan oleh mikroprosesor 32-bit, seperti dapat mengalamati memori hingga 4 Gigabyte, dan mode terproteksi. Selain itu, Windows NT didesain agar kompatibel dengan sistem operasi terdahulu, seperti MS-DOS (yang dijalankan dengan menggunakan teknik emulasi), IBM OS/2, dan sistem operasi berbasis POSIX (yang telah diubah kodenya untuk Windows 32-bit).

Edisi

Windows NT diluncurkan dalam beberapa edisi, meskipun produk tersebut dibangun dari kode sumber yang sama, yaitu sebagai berikut:

  1. Windows NT Workstation, yang dikhususkan untuk penggunaan pada workstation jaringan.
  2. Windows NT Server, yang dikhususkan untuk penggunaan pada server jaringan.
  3. Windows NT Enterprise Server atau Windows NT Advanced Server, yang sama-sama ditujukan untuk penggunaan pada server jaringan, tetapi menawarkan lebih banyak fungsi dan fitur daripada Windows NT Server standar.

Versi

Sejak pertama kali diluncurkan, Windows NT telah mengalami beberapa perbaikan versi, yaitu sebagai berikut.

  1. Windows NT versi 3.1.
  2. Windows NT versi 3.50.
  3. Windows NT versi 3.51.
  4. Windows NT versi 4.0.
  5. Windows NT versi 5.0 (atau dikenal dengan Windows 2000, versi internalnya 5.0 build 2195).
  6. Windows NT versi 5.1 (atau dikenal dengan Windows XP, versi internalnya 5.1 build 2600).
  7. Windows NT versi 5.2 (atau dikenal dengan Windows Server 2003, versi internalnya 5.2 build 3790).
  8. Windows NT versi 6.0 (atau dikenal dengan Windows Vista).

Windows NT versi 6.1 (atau yang dikenal dengan Windows Server 2008, yang memiliki codename Longhorn Server

Kelebihan Windows NT Server

  1. Peningkatan Kapasitas Server untuk melayani lebih Simultan Koneksinnya.
  2. Driver disk yang fault toleran yang mendukung disk mirroring dan disk stripping dengan parity (RAID 1 dan RAID 5)
  3. Bebas dari Kode 16 Bit milik MS-Dos,mendukung operasi 32 bit dan semua Fitur yang ditawarkan oleh Microprosesor 32 bit seperti dapat mengamati memori hingga 4 Gb dan Terproteksi.
  4. Di Desain agar kompatibel dengan Sistem Operasi terdahulu seperti MS-Dos,IBM OS/2.
  5. Peningkatan kemampuan layanan server TCP/IP seperti DHCP,WNS dan DNS.
  6. Tool untuk mengintegrasikan Netware dan memonitoring Jaringan.
  7. Model keamanan berbasis Domain penuh.
  8. Terdapat Layanan untuk Macintosh.
  9. Bisa Membooting jarak jauh untuk client.
  10. Terintegrasi Paket Back Office.
  11. Terdapat Network Client Administrator.

Kekurangan Windows NT Server

1. Browser yang digunakan sebagai sistem dasar pada sistem perangkat bantu administrasi banyak menggunakan Javascript dan Active X, ternyata mengakibatkan proses sangat lambat. Hal yang sama dengan PC yang menggunakan processor 300 MHz AMD dan 128 MB SDRAM serta 100 MHz Bus tidak bisa diharapkan bekerja dengan lancar seperti yang diharapkan.

2. Pengubahan konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan berhasil. Hal ini berlaku untuk nilai default, Format file Log yang bersifat propritary dan juga pilihan default-indeks, yang kesemuanya secara standar selalu harus disimpan pada drive C. Administrator dalam hal ini harus melakukan pekerjaan yang tak perlu, hingga sistem keseluruhan berjalan sebagaimana mestinya, sebelum dapat melakukan perubahan.

3. Dokumentasi online, yang praktis tidak diperlukan, ketika sistem keamanan tertinggi Active X telah dipilih menyebabkan strategi keamanan yang kurang baik pada IIS.

4. Dari kasus tersebut diatas, maka dibutuhkan pengubahan konfigurasi yang sangat kompleks untuk ISS Server, yang dapat dikatakan sangat sulit dan merepotkan sekali. Dari pihak administrator berpendapat kegiatan perubahan file Registry adalah pekerjaan yang relatif berat untuk sistem yang menggunakan Windows NT sebagai sistem operasinya.

Sekilas pengertian Lapisan OSI

Lapisan OSI (Open Sistem Interconnetion) ada 7 diantarannya :

 

 

  1. Application Layer :Interface antara aplikasi yang dihadapkan user and resource jaringan yang diakses kelompok aplikasi dengan jaringan:

v File transfer dan metode akses

v Pertukaran job dan menipulasi

v Pertukaran Pesan

 

  1. Persentation Layer:Rutin standar mempresentasikan data

v Negoisasi sintaksis untuk transfer

v Transformasi representasi data

 

3. Session layer :Membagi presentasi data kedalam babak-babak (Sesi)

v Kontrol dialog dan sinkronisasi

v Hubungan antara aplikasi yang berkomunikasi

  1. Transport layer

v Transfer pesan (message)ujung keujung

v Manajemen koneksi

v Kontrol kesalahan

v Fragmentasi

v Kontrol aliran

5. Network layer :Pengalamatan dan pengiriman paket data

v Routing

v Pengalamatan secara lojik

v Setup dan Clearing

6. Data link layer :Pengiriman data melihat jaringan fisik

v Penyusunan frame

v Transparansi data

v Kontrol kesalahan

v Kontrol aliran

7. Physical Layer :Karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data.Setiap data yang lewat kelayar lebih rendah ditambah header kontrol yang sesuai dengan layernnya.Sebaliknya data terlayer lebih tinggi setelah dikurangi oleh header kontrol.

Jenis-jenis kabel UTP

UTP Kategori 1 (Cat 1)

Dipakai untuk komunikasi suara (Voice) dan digunakan untuk kabel telepon dirumah,sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service)Telephone dan ISDN.

UTP Kategori 2 (Cat 2)

Terdiri dari 4 pasang kabel twisted pair dan bisa digunakan untuk komunikasi data dengan kecepatan mencapai 4Mbps atau dipakai untuk Token Ring Network.

UTP Kategori 3 (Cat 3)

Digunakan untuk taransmisi data dengan kecepatan mencapai 10Mbps dan digunakan untuk Ethernet dan Token Ring atau Untuk data Network dengan frekuensi up to 16Mhz.

UTP Kategori 4 (Cat 4)

Dipakai dalam frekuensi upto 20Mhz dan sering dipakai untuk 16Mbps token ring metwork.

UTP Kategori 5 (Cat 5)

Bisa digunakan pd kecepatan tarnsmisi sampai 100Mbps dan biasanya digunakan untuk Fast Ethernet (100 base) atau Network ATM..

UTP Kategori 6 (Cat 6)

Mempunyai kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5.

UTP Kategori 7 (Cat 7)

Di design untuk bekerja pada frekuensi up to 600Mhz.

Jenis-jenis Ethernet Card


10 BaseT :Mengunakan kabel UTP,10Mbps,base band